SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA --- PIMPINAN & STAF BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN -- "Bersama Anda Melindungi Negeri"

Tingkatkan Kompetensi, Karantina Pertanian Soetta Lakukan Inhouse Training Deteksi Media Pembawa Menggunakan X-Ray

11 October 2020 by Berita BBKP Soetta 126 Views

"Sudah saatnya petugas tidak menduga-duga adanya media pembawa yang dibawa melalui bagasi penumpang atau barang kiriman...


Tangerang, (30/09) - Karantina Pertanian Soekarno Hatta menggandeng Bea dan Cukai dan Aviation Security (AVSEC) menggelar inhouse training pemeriksaan media pembawa OPTK/HPHK menggunakan X-Ray. Kegiatan pada akhir September lalu ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas karantina dalam melakukan pemeriksaan media pembawa dengan menggunakan X-Ray. Pesertanya meliputi petugas karantina hewan, ikan dan tumbuhan, AVSEC, dan Bea Cukai.


Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Imam Djajadi memberikan arahan bahwa, "Petugas karantina dalam bertugas saatnya untuk meninggalkan cara pemeriksaan secara konvensional, petugas harus mampu mengaplikasikan pengetahuan maupun teknologi terbaru sehingga hasilnya akurat,  bisa dipertanggungjawabkan."


"Sudah saatnya petugas tidak menduga-duga adanya media pembawa yang dibawa melalui bagasi penumpang atau barang kiriman. Salah satunya dengan penggunaan X-Ray yang dapat membantu mendeteksi adanya media pembawa. Pemanfaatan X-Ray dapat dilakukan oleh karantina secara random sampling dengan target tertentu, agar tetap mengedepankan arus penumpang dan barang, tanpa harus mengabaikan sisi pengawasan," imbuhnya.

Inhouse training ini menghadirkan tiga narasumber dari Karantina Pertanian, Bea Cukai serta AVSEC. Taufan Tanto Setyawan sebagai narasumber dari Karantina Pertanian menyampaikan bahwa dengan memiliki X-Ray diharapkan bisa membantu petugas karantina dalam melakukan pemeriksaan media pembawa. "Pada dasarnya semua pemindai X-Ray beroperasi dengan prinsip yang sama, hanya dibutuhkan penyesuaian pada tiap-tiap perangkat yang berbeda type namun dapat diatasi dengan pembiasaan saat melakukan pemindaian."


Hal ini dibenarkan oleh Rizki DF, narasumber kedua dari Bea Cukai. "Latihan secara terus menerus akan membuat insting petugas terasah dalam melakukan pemindaian sehingga hasil pemeriksaan dapat optimal," papar Rizki. "Selain itu, perlu adanya rotasi petugas guna menghindari efek negatif paparan radioaktif yang dihasilkan pemindai X-Ray," imbuhnya.


Senada dengan hal tersebut, narasumber ketiga dari AVSEC, Rizky Dwi Putranto memaparkan bahwa keberhasilan pemindaian yang dilakukan petugas ditentukan oleh pengalaman dan profiling di lapangan.


Setelah pemaparan teori dilanjutkan dengan diskusi dan praktek di instalasi X-Ray Karantina Pertanian Soekarno Hatta untuk melihat tampilan langsung media pembawa OPTK dan HPHK.




Inhouse training pemeriksaan media pembawa OPTK/HPHK menggunakan X-Ray Karantina Pertanian Soetta bersama Avsec dan Bea Cukai.