SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA --- PIMPINAN & STAF BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN -- "Bersama Anda Melindungi Negeri"

Burung dan Reptil Indonesia Banyak Peminat, Karantina Soekarno-Hatta Rangkul Eksportir Guna Kesuksesan Ekspor

25 June 2020 by Berita BBKP Soetta 17 Views

Tangerang (25/6). Pencinta atau penghobi satwa liar khususnya reptil dan burung di dunia semakin meningkat. Keunikan yang dimiliki reptil dan burung asal Indonesia, diminati penghobi di dalam negeri bahkan luar negeri. Indonesia dikenal sebagai habitat satwa-satwa unik dan endemik yang hanya ditemukan di Indonesia saja.

Saat ini jumlah jenis satwa liar Indonesia yang terancam punah menurut IUCN (2011) adalah 184 jenis mamalia, 119 jenis burung, 32 jenis reptile, 32 jenis amfibi, dan 140 jenis lainnya. Karenanya, Karantina Pertanian Soekarno Hatta menggelar giat diskusi bertema Pengeluaran Burung dan Reptil melalui Soekarno-Hatta kepada para eksportir burung dan reptil serta Pejabat Karantina Hewan Soekarno-Hatta secara daring pada Kamis lalu.

Giat di Ruang Rapat Fauna tersebut dibuka oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Imam Djajadi, dan dipimpin oleh Kepala Bidang Karantina Hewan, Nuryani Zainuddin. Disampaikan Imam, dari giat tersebut diharapkan GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Ekspor) unggas dan reptil dapat terus ditingkatkan. Namun tentu dalam pelaksanaan tindakan karantina ekspor impor dan antar area harus sesuai dengan UU No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Giat tersebut diikuti oleh 7 (tujuh) pengekspor yaitu CV. Prestasi, CV. Firma Hasco, CV. Raja Fauna, PT. Alam Nusantara, CV. Pasundan, CV. Gelora Mandiri, CV. Terraria secara Daring.

Disampaikan Kasie Yanops, Betty Fajarwati, bahwa sesuai UU No. 21 Tahun 2019 tersebut karantina hewan berperan dalam pengawasan dan pengendalian salah satunya satwa liar dan satwa langka sesuai Pasal 72 (1). Dijelaskan juga mengenai prosedur mengenai persyaratan ekspor mulai dari kelengkapan dokumen dan pemeriksaan fisik serta beberapa perlakuan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta sosialisasi.