SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA --- PIMPINAN & STAF BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN -- "Bersama Anda Melindungi Negeri"

Apa yang dimaksud dengan Karantina Pertanian?

Karantina Pertanian adalah suatu tempat dan / atau sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina atau organism pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia

Produk pertanian apa saja yang harus dilaporkan dan/atau diperiksakan ke petugas Karantina Pertanian?

Produk pertanian yang wajib dilaporkan dan / atau diperiksakan di karantina pertanian adalah media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta benda lain yang dapat membawa masuk dan/atau menyebarkan HPHK dan OPTK, diantaranya adalah :

a.    Hewan, yaitu : semua binatang yang hidup di darat, baik dipelihara maupun yang hidup secara liar, termasuk hewan yang dilindungi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti unggas/burung, kambing, sapi, kuda, anjing, kucing lebah madu, ular.

b.    Bahan asal hewan, yaitu : bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut, termasuk daging, susu, telur, bulu, tanduk, kuku, kulit, tulang dan semen.

c.    Hasil bahan asal hewan, yaitu : bahan asal hewan yang telah diolah (kulit yang disamak setengah proses, tepung tulang, tepung darah, tepung bulu, usus, organ-organ, kelenjar, jaringan serta cairan tubuh hewan.

d.     Benda lain adalah media pembawa yang bukan tergolong hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan yang mempunyai potensi penyebaran penyakit hama dan penyakit hewan karantina. Seperti bahan biologik (contoh vaksin hewan, sera hewan) dan bahan diagnostik (contoh antigen, media pertumbuhan).

e.    Tumbuhan yaitu : semua jenis sumber daya alam hayati nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah maupun telah diolah termasuk tumbuhan yang dilindungi, kecuali rumput laut dan tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae).

Kapan produk pertanian (komoditas wajib periksa karantina pertanian) tersebut harus dilaporkan ke karantina?

Komoditas wajib periksa karantina yang harus dilaporkan dan diperiksakan ke petugas karantina pertanian bila hendak dilalulintaskan antar area dan / atau antar negara baik dengan alat angkut pesawat udara maupun kapal laut.

Mengapa harus dikarantinakan?

Tujuan dilakukan tindakan karantina adalah untuk :

a.    Mencegah masuknya hama / penyakit hewan karantina, dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari luar negeri kedalam wilayah Negara Republik Indonesia

b.    Mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina dari area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia, dan

c.    Mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah Negara Republik Indonesia

Bagaimana prosedur dan persyaratan pemeriksaan karantina untuk hewan/tumbuhan/produk yang akan dikirim ke luar daerah/pulau?

1.    Pemohon melaporkan rencana pengiriman barang/hewan kepada petugas karantina sesuai dengan moda transportasi yang akan digunakan. Untuk hewan/produk hewan, saat pelaporan harus dilengkapi dengan sertifikat veteriner atau surat keterangan yang diterbitkan oleh dokter hewan yang berwenang atau pejabat yang ditunjuk. Untuk yang tergolong benda lain harus dilengkapi dengan surat keterangan asal yang diterbitkan oleh perusahaan

2.    Pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan karantina secara daring/on line  melalui laman http://iqfast.karantina.pertanian.go.id/

3.    Menyerahkan hewan/tumbuhan/produk kepada petugas untuk dilakukan tindakan karantina.

4.    Pemohon membayar jasa tindakan karantina apabila hewan/tumbuhan/produk telah dilepaskan dari tempat pemeriksaan karantina

5.    Pemohon menerima sertifikat kesehatan.

Bagaimana prosedur dan persyaratan pemeriksaan karantina untuk hewan/tumbuhan/produk yang akan dikirim masuk daerah/pulau?

a.    Pemilik/kuasanya melaporkan rencana kedatangan/pemasukkan hewan/tumbuhan/produk kepada petugas karantina dimana hewan/tumbuhan/produk tersebut akan tiba dengan menyertakan sertifikat kesehatan/sanitasi untuk hewan/tumbuhan/produk tersebut.
Pelaporan pemasukkan diatur sebagai berikut:

·       Hewan hidup atau benih tumbuhan dilaporkan paling lambat 2 (dua) hari sebelum kedatangan kapal/pesawat.

·       Produk hewan atau non-benih dilaporkan paling lambat 1 (satu) hari sebelum kedatangan kapal/pesawat

b.    Pemohon membayar jasa tindakan karantina apabila hewan/tumbuhan/produk telah dibebaskan dari tempat pemeriksaan karantina

c.    Pemohon menerima sertifikat pembebasan.

Bagaimana caranya memperoleh ID Pengguna/username agar dapat mengajukan permohonan pemeriksaan karantina secara daring/online ?

a.     Pemohon baik perorangan atau perusahaan mengajukan registrasi melalui laman http://iqfast.karantina.pertanian.go.id/

b.     Pemohon mengisi formulir registrasi yang telah disediakan secara daring/online dan mengunggah berkas persyaratan, antara lain :

-     Pemohon perorangan berupa KTP/Paspor yang masih berlaku

-     Pemohon Perusahaan berupa : NPWP perusahaan, SIUP yang masih berlaku, Surat Keterangan Domisili yang masih berlaku, dan    KTP penanggung jawab.

c.      Proses registrasi dinyatakan disetujui apabila data yang dimasukkan oleh pemohon sudah tervalidasi. Proses validasi paling lama 3 (tiga) hari kerja. Pemohon akan menerima pemberitahuan melalui email.

Apakah ada biaya yang dikenakan untuk jasa karantina ?

Ada, biaya jasa karantina adalah tarif yang dibayarkan setelah tindakan karantina selesai dan diterbitkan sertifikat kesehatan. Tarif Jasa Karantina didasarkan pada PP No 35 Tahun 2016. Pembayaran tarif jasa karantina dilakukan secara elektronik menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) atau transfer melalui mesin ATM (Automatic Teller Machine) bank persepsi. Seluruh biaya karantina yang dibayarkan akan disetorkan ke kas negara sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Karantina tidak memungut biaya di luar biaya yang sudah ditentukan.

Apa yang dilakukan Petugas Karantina terhadap Hewan dan Tumbuhan yang dilalulintaskan ?

Setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan Organisme pengganggu tumbuhan yang dimasukkan, dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam, dan / atau dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia dikenakan tindakan karantina berupa: Pemeriksaan, Pengamatan, Pengasingan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, dan Pembebasan (8P).

Apakah Penyakit Hewan dan Hama Penyakit Tumbuhan itu Berbahaya ?

Penyakit Hewan dan Hama Tumbuhan sangat mengancam kelestarian sumber daya alam flora dan fauna Indonesia. Sebagian besar Penyakit dan Hama itu belum ada di Indonesia.Selain mengancam kelestarian flora dan fauna, disamping itu beberapa jenis penyakit hewan dan hama tumbuhan dapat menular ke manusia (zoonosis).

Dimana saya bisa mengajukan permohonan pemeriksaan karantina ?

Anda dapat menghubungi Unit Layanan terdekat pada halaman ini.

Prosedur, persyaratan, dan tarif jasa tindakan karantina per media pembawa (komoditi) wajib periksa karantina tumbuhan yang akan dilalulintaskan, dapat dilihat pada halaman ini

Prosedur, persyaratan, dan tarif jasa tindakan karantina per media pembawa (komoditi) wajib periksa karantina hewan yang akan dilalulintaskan, dapat dilihat pada halaman ini