SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA --- PIMPINAN & STAF BALAI BESAR KARANTINA PERTANIAN SOEKARNO HATTA MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN -- "Bersama Anda Melindungi Negeri"

Waspada Ancaman African Swine Fever, Petugas Bandara Tahan Oleh-oleh Penumpang

20 September 2019 by Berita BBKP Soetta 250 Views

Tangerang - WT (43 th) warga negara RRT, salah satu penumpang maskapai China Airlines dari Taiwan yang tiba Kamis siang (19/09) di Bandara Soekarno-Hatta, harus berurusan dengan Petugas Karantina. Pasalnya gambar layar mesin X-Ray terhadap dua koper penumpang WT, dicurigai petugas. Gambaran massa berwarna coklat gelap sangat banyak membuat petugas meminta penumpang untuk membuka kopernya.

Petugas segera memeriksa tas tersebut. Hasilnya ditemukan daging babi segar sebanyak 9 kg dan sosis babi 11.5 kg. Daging dan sosis babi tersebut ditaruh ke dalam dua koper dengan diberi alas koran. Kemasan produk utuh serta dalam kondisi tidak beku dan tidak diberi es. Produk babi tersebut rencananya akan dibawa ke Singkawang, Kalimantan Barat sebagai oleh-oleh untuk keluarga.

Saat ditanya petugas pemilik tidak dapat menunjukkan Health Certificate untuk produk tersebut, maka petugas karantina melakukan penahanan. Produk tak berdokumen tersebut selanjutnya akan dimusnahkan bersama produk tahanan lainnya.

Perlu diketahui!! Saat ini sedang terjadi wabah penyakit African Swine Fever (ASF) di kawasan Asia termasuk Taiwan. Kejadian penyakit ini semakin meluas dan mengakibatkan wabah di beberapa negara seperti Laos, Hongkong, Republik Rakyat China, Mongolia, Korea, Kamboja, Vietnam. Beberapa Negara Eropa (Hungaria, Bulgaria, Latvia, Moldova, Polandia, Romania, Ukraina, Rusia) serta Negara Afrika seperti Chad dan Zimbabwe juga ikut tertular.

Berdasarkan penelitian, virus ASF bertahan hidup pada produk daging babi segar, diasap maupun makanan yang kurang matang. Mengantisipasi ancaman ini, Karantina Pertanian Soekarno-Hatta memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap pemasukan babi dan produk babi ke Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta.

Daging babi dan produk olahannya merupakan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan berpotensi membawa hama penyakit masuk ke Indonesia. Produk babi ini dibawa ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen kesehatan Negara asal, sehingga dilakukan penahanan, ungkap Drh. Erna Sulistyaningrum, dokter hewan karantina yang bertugas saat itu.